1. Perintis, penggerak dan pendorong kualitas kehidupan manusia;
2. Pemelihara dan pelestari alam dan seisinya; serta
3. Penolong, penjaga dan pelindung bagi sesama manusia dan bumi Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Nyala Harapan 30 April - 1 Mei 2017 Dusun Ngembes, Trawas, Mojokerto

Syukur Alhamdulilah, Peresmian dan Pembukaan Taman Baca di Dusun Ngembes telah berjalan dengan baik dan Lancar,
Terimakasih yang tak terhingga kepada Bp. Kepala dusun beserta warga, teman2 Mahanusapala beserta Bp. Aris Rahmawan yang mesupport periksa kesehatan, edukasi kesehatan serta cuci tangan dan gosok gigi untuk anak2 , dr. Antyanti yang mensuport konsultasi kesehatan buat warga, mas Ifan Al dari Gubug Pena buat dentingan gitarnya, Growak Grafika untuk Banner2nya, serta semua pihak yang terlibat dan berpartisipasi.

Galeri foto kegiatan peresmian Nyala Harapan bisa dicek di grup facebook kami.


















Persiapan #NyalaHarapan 24 April













Persiapan #NyalaHarapan

Kemarin (23/4), kami persiapan untuk kegiatan #NyalaHarapan untuk minggu depan.
Kami bersih2 balai dusun ngembes, sedikit perbaikan karena atap bocor, mengganti kusen dan pintu, serta hari ini rencana cat ulang.
Biar terlihat bersih dan manis ðŸ˜Š
Semoga semua beres hari ini.
Dan untuk teman2 yg berniat gabung maupun berdonasi, kami tunggu ya.. ðŸ˜‰ðŸ˜‰ðŸ˜‰
Silahkan follow akun Instagram kami @indonesian_eagle untuk memeroleh update kegiatan

Menggugat Sistem Pendidikan !


Kemana Arah Pendidikan Indonesia?

Sinyalemen bahwa pendidikan Indonesia salah arah sudah lama didengungkan. Ya salah arah, mestinya harus kemana tetapi berbelok ke arah lain sehingga tidak menyentuh kebutuhan bangsa Indonesia yang sebenarnya.

Bahkan diyakini pendidikan Indonesia tidak sekedar salah arah, tetapi kehilangan arah (Kompas, 5 Mei 2012). Pendidikan dalam konteks Indonesia sekarang lebih diartikan sebagai teknik manajerial persekolahan yang lebih memfokuskan pada aspek kemampuan kognitif serta memarginalkan aspek karakter dan nilai luhur budaya bangsa. Tidak heran jika keluaran atau output dari pendidikan Indonesia adalah manusia-manusia yang individual ego centris, serakah, serta tidak memiliki konvidensi atau keprcayaan terhadap diri sendiri, lebih suka menjadi kuli bagi bangsa lain dan tercerabut dari akar budaya dan karakter bangsa.

Pendidikan sebagaimana tertuang dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal I ayat 1, didefinisikan sebagai “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Sementara dalam ayat 2 disebutkan tentang akar pendidikan Indonesia adalah bersumber kepada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Sedangkan fungsi dan tujuan pendidikan (pasal 3) adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Mendasarkan pada UU Sisdiknas tersebut maka semestinya pendidikan Indonesia :
  1. Memperkuat dan memperkokoh spiritual keagamaan serta mengimplementasikannya dalam kehidupan riil sehari-hari
  2. Melahirkan manusia yang mampu mengendalikan diri, tidak liar, santun dan menghormati orang lain
  3. Mempertahankan budaya Indonesia yang adi luhung
  4. Mempekuat jati diri dan karakter bangsa
  5. Menjunjung tinggi akhlak mulia. Akhlak mulia bersumber pada rasa malu. Maka pendidikan Indonesia seharusnya mampu memupuk rasa malu sehingga lahir generasi yang tidak mau korupsi dan malu merugikan orang lain.
  6. Mencetak generasi mandiri, generasi yang hidup dengan segala potensi diri serta percaya akan kemampuan diri sendiri. Bukannya generasi yang bangga menjadi kuli bagi bangsa lain dan membiarkan sumber daya yang dimiliki dikuras oleh bangsa lain
  7. Memupuk dan memperkokoh jiwa nasionalisme, semangat persatuan, satu bangsa, dan tebuka bagi suku lain
Dalam prosesnya, pendidikan Indonesia lebih menitikberatkan pada kepentingan jangka pendek dan sesaat. Padahal proses pendidikan sesungguhnya adalah mempersiapkan generasi untuk masa yang akan datang dan bukan menjawab kebutuhan hari ini. Pendidikan adalah proses mempersiapkan generasi penerus yang mengenal Tuhannya, berkahlak mulia, tangguh, mandiri, berkarakter, bertanggung jawab dan mampu membawa Indonesia jauh lebih baik daripada hari ini.Kesalahan proses dan kehilangan arah pendidikan dapat membahayakan generasi penerus, generasi yang bertanggung jawab atas masa depan Indonesia.

Keberhasilan pendidikan Indonesia sesusungguhnya dapat diukur dari seberapa suksesnya pendidikan kita mencetak generasi masa depan dengan kriteria-kriteria di atas dan bukannya dengan angka pada selembar kertas. Pemerintah, guru, orang tua (wali), dan peserta didik sendiri harus menyadari hal ini. Fungsi dan tujuan pendidikan yang mulia jangan sampai tereduksi oleh hal-hal diluar kepentingan pendidikan.

Kesalahan proses dan berbeloknya arah pendidikan Indonesia dipandang harus segera dikembalikan kepada filosofi pendidikan Indonesia sebagaimana yang telah digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan Indonesia harus dikembalikan kepada pendidikan yang bersifat nasionalistik, naturalistik, dan spiritualistik.

Tulisan Uluni Biologi UNP pada November 2012.

Kepo... Nyala Harapan Dusun Ngembes oleh Indonesian Eagle

Join Us...

Apa itu Nyala Harapan ??

-------------------------------
Nyala Harapan ialah program pengabdian masyarakat berkesinambungan lebih kurang 2 tahun terkait pendidikan dan kesehatan.



Program yang diinisiasi oleh komunitas Indonesian Eagle ini akan ada beberapa kegiatan yang rencana akan dilakukan. 

Nyala Harapan Dusun Ngembes



Kalender Kegiatan Bulan Oktober 2016




Quotes IE - Joko Wahyu Sampurno

Jika engkau benar (argumen atau tindakan) maka berilah aku sedikit kebenaran.
Bila engkau merasa benar, maka berikan aku juga sedikit rasa benar.

Kalau engkau menilai aku benar. Dirimu tak lebih rendah dariku.
Kita Sama Sebagai Manusia.

- Joko Wahyu Sampurno -

Quotes IE - Film Little Big Master

"Pendidikan tidak terletak pada perangkat keras, tapi dalam hati seorang guru."
- Little Big Master -

Film yang sangat inspiratif untuk para guru maupun yang bergerak dalam bidang pendidikan. Film tersebut mengisahkan seorang wanita Kepala Sekolah yang mengajar di salah satu TK yang hendak ditutup di pelosok daerah pegunungan. Kepala Sekolah tersebut harus mempertahankan TKnya dengan sebanyak 5 siswa, jika kurang dari tersebut maka TK akan ditutup oleh pemerintah desa.

Serta dengan berbagai cerita mengharukan dan menggugah hati untuk tetap peduli pada pendidikan di pelosok-pelosok. Jadi, lihat dan alami sendiri pengalaman keterharuan hati Anda.


Mountain Sickness, Penyakit yang Sering Menyerang Saat Naik Gunung

Mendaki gunung menjadi salah satu hobi yang banyak digemari remaja beberapa tahun belakangan. Namun, tahukah Anda bahwa pendakian yang tidak disertai dengan persiapan yang matang justru bisa membahayakan pendaki? Salah satu kondisi yang bisa mengancam keselamatan saat pendakian adalah acute mountain sickness(AMS).
AMS atau yang sering kali disebut sebagai penyakit gunung bisa terjadi saat pendaki berada atau bermalam di ketinggian tertentu. Sekitar 25% penyakit gunung ini dialami saat pendaki berada di ketinggian 2400 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan sekitar 40-50% terjadi saat pendaki berada di ketinggian 3000 mdpl. Kondisi ini bisa terjadi pada usia tua dan muda, pria ataupun wanita, walaupun beberapa penelitian menyatakan wanita lebih sering terkena dibanding pria. Kondisi ini disebabkan oleh penurunan kadar oksigen dan tekanan udara yang semakin berkurang saat mendaki ke tempat yang lebih tinggi.

(VIDEO) Piknik Peduli Pendidikan

Piknik Peduli Pendidikan 
Bofee (Book for Free) 10-11 Oktober 2015
Penyaluran buku-buku di Bajulmati, Malang Selatan

Label

17Agustus2015 (1) Agenda IE (30) Donasi Buku (3) Donor (2) Earth (14) Gunung (15) Human (10) Indonesia (15) Indonesian Eagle (32) Kesehatan (13) KGP2 (11) Konservasi (13) Merdeka (3) Nyala Harapan (7) Penanggungan (21) Pendidikan (12) Perawatan (5) Quotes IE (8) Ramadhan (1) running (1) September (6) Taman Baca (1) Umum (9) Upacara (1) Video (4)

Tayangan halaman minggu lalu

Pantai Sendiki, Malang Selatan

Pantai Sendiki, Malang Selatan
Piknik Peduli Pendidikan

Nyala Harapan 30 April - 1 Mei 2017 Dusun Ngembes, Trawas, Mojokerto

Syukur Alhamdulilah, Peresmian dan Pembukaan Taman Baca di Dusun Ngembes telah berjalan dengan baik dan Lancar, Terimakasih yang tak terhi...